TUHAN ADALAH

Yoel 3 : 12 – 16 Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel. (ay.16b) Nabi Yoel bermazmur: ”Allah tempat perlindungan”, “Allah adalah benteng!”. Ungkapan ini merupakan pengalaman imannya bersama Tuhan. Pernyataan ini, diucapkan disaat kritis, ketika ia tidak berdaya dalam menghadapi ancaman hidup. Allah sebagai tempat perlindungan, karena janji-Nya yang … [Read more…]

ALLAH HAKIM YANG ADIL

Yoel 3 : 9 – 11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah….. (ay.11) Menjadi negara terkuat itulah harapan bangsa-bangsa. Menjadi orang terhebat itulah cita-cita setiap orang. Namun apakah menjadi yang terkuat juga menjadi penolong bagi sesama? Seyogianya negara atau orang yang hebat untuk melindungi yang lemah, menolong yang tertindas dan … [Read more…]

PANGGILAN PERTOBATAN

Yoel 2 : 15 – 17 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua…,(ay. 16) Sering kita memahami ibadah, pertobatan, penyadaran diri, keselamatan sebagai urusan pribadi. Pada hal semuanya itu berhubungan dengan sesama. Hal ini menyangkut kolektif, mulai dari keluarga, masyarakat dan bangsa. Karena itu, bila ada bencana menimpa suatu masayarakat, maka semuanya mengalami … [Read more…]

PERTOBATAN MENGARAHKAN KETERATURAN HIDUP

Yoel 2 : 12 – 14 Koyakkanlah hatimu ..,berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang,… (ay.13 ) Pernahkah kita mengalami bencana di sekitar kita? Misalnya bencana gempa atau banjir yang menghancur kan rumah dan masa depan. Suatu bencana selalu mendorong untuk memeriksa diri. Zaman Nabi Yoel di Palestina terjadi bencana belalang secara ber-gelombang. … [Read more…]

BERDOA DAN BERPUASA

Yoel 1 : 13 – 20 Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; ……, dan berteriaklah kepada TUHAN. (ayat 14) Tulisan karya Fathul Rakhman mengangkat ritual “Selamat Asuh”, pembersihan Adat Bayan yang di-lakukan ketika bencana. Tulisan ini mengungkapkan cara pandang masyarakat Adat Bayan di Lombok Utara terhadap gempa yang mengguncang Lombok, bulan Juli – Agustus … [Read more…]

BERTOBAT DAN HIDUP

Yoel 1 : 1 – 12 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap. (ay.4) Gempa di Lombok pada tahun 2018, kemudian disusul tsunami di Palu dan Donggala adalah termasuk bencana yang cukup besar terjadi belakangan … [Read more…]

ADIL DALAM PERSEKUTUAN

1 Korintus 14 : 34 – 39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. (ay. 39) Akhir-akhir ini kita kerap melihat perbedaan menjadi bahan untuk saling menyalahkan atau merendahkan pihak lain. Kita se ringkali menjadi sensitif hanya karena berbeda pendapat, pandangan, ataupun pilihan. … [Read more…]

DAMAI SEJAHTERA

1 Korintus 14 : 26 – 33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. (ay. 33) Di GPIB kadang-kadang muncul pertanyaan: “mengapa banyak peraturan dalam ibadah GPIB?” Misalnya: Tidak ada ucapan amin mengakhiri pengakuan dosa, tidak boleh duduk setelah berkat, atau tidak boleh bernyanyi membelakangi mimbar. Salah satu jawaban alkitabiah yang bisa kita berikan … [Read more…]

DEWASA DALAM PERSEKUTUAN UMAT YANG MEMBANGUN

1 Korintus 14 : 20 – 25 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! (ay. 20) “Jadilah anak-anak dalam kejahatan!” Potongan ayat ini kesan nya tentu mengejutkan jika kita membaca begitu saja. Namun jika kita memahami pesan Paulus secara keseluruhan, tentu dapat memahami pesannya yang begitu … [Read more…]

KARUNIA BAGI PERSEKUTUAN

1 Korintus 14 : 10 – 19 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. (ay. 12) Penulis mengalami masa kecil ketika beberapa bibi dan paman menikah, kakek dan nenek tidak pernah memesan jasa boga (katering). Penulis masih ingat selama … [Read more…]