KJ. 222b : 1 – Berdoa PASKAH :
TANGISILAH DIRIMU SENDIRI
Lukas 23 : 26 – 32 ..
melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu. (ay. 28)
Banyak yang menyaksikan penderitaan Yesus saat menuju Bukit Tengkorak. Ada yang menangisi Yesus. Para pengikut-Nya, khususnya kaum perempuan meratapi penderitaan yang Yesus alami. Mereka melihat bagaimana Yesus mengalami siksaan demi siksaan: dicambuk, dihina dan diludahi. Melihat banyak yang menangisi-Nya, Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah diri-mu sendiri dan anak-anakmu! (ay.28). Yesus mengatakan demikian karena Yerusalem akan mengalami kehancuran. Yesus menegur Yerusalem yang menolak kehadiran Nya. Yerusalem akan menderita dan hancur. Penolakan yang dilakukan dengan perbuatan-perbuatan dosa. Oleh karena itu, bukan Yesus yang harus ditangisi namun tangisilah semua perbuatan dosa yang dilakukan. Dosa yang diperbuat diri sendiri, dosa yang dilakukan anak-cucu, dosa yang disepakati komunitas dan dosa seluruh manusia di dunia. Jadi penderitaan Anak Allah menanggung segala perbuatan dosa manusia. Penderitaan yang dirasakan bagai kan runtuhan gunung dan bukit yang menimbun mereka. Ungkapan Yesus ini menjadi peringatan dan teguran bagi kita. Gambaran Yerusalem yang hancur adalah diri kita yang berdosa. Kita mengaku sebagai Anak Tuhan namun tindakan dan perbuatan jauh mencerminkan perilaku selaku anak-Nya. Penderitaan yang Yesus alami menjadi pertobatan bagi kita. Pertobatan yang menyadarkan bahwa mereka yang hidup jauh dari kehendak Tuhan akan lebih menderita. Sadarlah bahwa kitalah yang harus menjalani perjalanan “Via Dolorosa”. Saat ini ketika kita memperingati Kematian Tuhan Yesus dengan duduk bersama dalam meja Perjamuan Kudus, hendaknya me nyadarkan diri kita untuk berpaling kepada Putra Allah yang men derita dan mati. Karena kematian-Nya membuktikan akan Kasih-Nya yang sempurna. Karena Kasih-Nya itu manusia diselamatkan. Kematian-Nya membuka mata iman kita bahwa Yesus memberi kekuatan dan kepastian masa depan bagi mereka yang menerima dan setia kepada-Nya.