PELAYAN DAN PENGUASA
Sudah menjadi kenyataan bahwa tempat-tempat di mana lahir pencerahan dan simbol-simbol yang mendekatkan kepada Tuhan kini menjadi tempat di mana kekacauan seperti sulit beranjak. Keluhan Yesus kepada kota Yerusalem adalah bagian dari ber ubahnya kota Tuhan menjadi kota di mana pembunuhan terjadi dan suara kebenaran dibungkam. Yesus berhadapan dengan nama Herodes yang disebutkan menyuruh-Nya pergi dari Yerusa lem dan sekaligus menghentikan pelayanan-Nya. Namun demi kian, Yesus tetap mengusir setan dan menyembuhkan orang serta terus melakukan perjalanan pelayanan-Nya. Jawaban Ye sus kepada kaum Farisi menggambarkan bahwa IA tidak takut digertak dan akan seperti biasa melanjutkan pekerjaan-Nya sam pai pekerjaan itu disudahi atau ketika pekerjaan-Nya sudah sung guh-sungguh mencapai tujuannya. Yesus akan tetap melanjutkan pekerjaan-Nya sampai hari yang ditentukan oleh Allah akan tiba di Yerusalem. Yesus tidak terpengaruh dengan nama Herodes entah disebutkan sebagai pemberitahuan, peringatan atau pe nolakan terhadap Yesus. Gereja atau persekutuan juga adalah tempat di mana nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang mendekatkan kepada Tuhan sekarang juga menjadi tempat dimana kekacauan sepertinya lebih betah. Pada akhirnya gereja berubah menjadi kacau karena “nama penguasa” dunia atau sering disebut gereja. Itulah tan tangan ketika kekuasaan menjadi bagian kehidupan beragama dan bergereja di mana kebaikan dan kebenaran dianggap sebagai musuh dari yang menguasai. Pelayanan Yesus tetap berlanjut walaupun dalam ancaman menjadi teladan bagi para pelayan bahwa pelayanan tetap harus berjalan walaupun nama penguasa sering disebutkan sebagai peringatan ataupun teguran. Pelayanan harus terus berlangsung karena banyak yang mem butuhkan pertolongan, penyembuhan dan pendampingan. Me reka adalah orang-orang yang tidak dilayani oleh penguasa penguasa seperti Herodes. Terus dan tetaplah melayani dengan kuasa Tuhan untuk berhadapan dengan yang sok kuasa.
♪ KJ.341 : 2
Doa :(Topanglah kami para pelayan agar kuasa Tuhanlah yang menjadi kekuatan untuk terus melayani)