PELAYAN DAN PEMBENARAN

Lukas 18 : 1 – 8
Ia akan segera membenarkan mereka (ay.8)

Hakim yang tidak benar atau yang lalim dalam perumpamaan Yesus itu ternyata dapat membenarkan seorang janda yang benar walaupun awalnya hakim itu tidak mau membenarkan. Apalagi Tuhan, IA pasti membenarkan mereka yang se harusnya dibenarkan. Kehadiran Mesias adalah untuk mem benarkan tetapi adakah yang memiliki iman atas kehadiran dan pembenaran-Nya?. Terkait dengan kebenaran dan pembenaran juga menjadi pergumulan para pelayan saat sekarang ini. Dalam upaya memperjuangkan kebenaran atau siapa yang benar ternyata berhadapan dengan “hakim yang tidak benar” dengan peng hakiman yang menutup kebenaran. Dalam situasi pertarungan antara kebenaran versus ketidakbenaran maka Yesus me minta para murid untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yesus memberikan penegasan bahwa Allah segera mem benarkan orang yang benar. IA akan menolong dengan tindakan yang meniadakan segala ketidakadilan yang me nimbulkan penderitaan dan penindasan. Namun pertanyaan nya, apakah ketika Allah membenarkan para murid, mereka memiliki iman? Tekanan ketidakbenaran bisa menimbulkan suara dalam Mazmur 22:2 “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Perasaan ditinggalkan bisa muncul lebih cepat daripada pembenaran Allah karena rasa itu ada pada kita. Oleh karena itu, dalam menghadapi ketidakbenaran maka para pelayan juga tertantang untuk tetap beriman, berdoa dengan tidak jemu (tidak lelah) karena kebenaran dari Allah adalah kepastian. Yesus meminta para pelayan untuk konsisten dalam kebenaran dengan ditopang oleh perilaku yang benar yaitu doa yang tidak kenal lelah. Hidup benar dan mau dibenarkan membutuhkan kerja dan usaha yang keras bukan sekadar berharap IA segera datang menolong.

♪ KJ.157 : 2
Doa :(Berikan kami kekuatan untuk hidup benar, tetap kuat di dalam doa dan tidak menjadi letih ketika menghadapi tekanan ketidakbenaran. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *