ALLAH MENDENGAR JERITAN ORANG TERTINDAS

Keluaran 2 : 23 – 24
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. (ay. 24)

Firaun mengeksploitasi umat Israel untuk membangun Mesir yang jaya. Orang Israel ditindas dengan kerja paksa, tenaga mereka dikuras habis, demi terciptanya Mesir yang makmur dan sejahtera. Kota-kota perbekalan yang menjamin ke sejahteraan Mesir, seperti Pitom dan Ramses, dibangun oleh tangisan dan air mata orang Israel yang teraniaya. Supaya Mesir tertawa, Israel harus menangis dan supaya Mesir sejahtera, Israel harus menderita. Inilah yang dinamakan den gan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Firaun menari di atas penderitaan orang lain, tetapi apakah kesewenangan dan tirani ini akan terus berlangsung? Harapan Firaun dan para penindas yang sudah kehilangan nurani ialah: semoga kemakmuran, kesejahteraan dan kenikmatan terus berlangsung walau orang lain harus dijadikan tumbal. Semoga kekuasaan tanpa batas yang sudah menghasilkan begitu ba nyak kenikmatan tetap abadi. Tetapi di situlah letak kesalahan Firaun. Firaun tidak berurusan dengan budak-budak lemah tidak berdaya dan siap untuk dieksploitasi. Tetapi Firaun beru rusan dengan Tuhan yang memihak orang-orang lemah dan tertindas. Firaun terlalu yakin dengan dirinya sehingga tidak sadar dia sedang berurusan dengan Tuhan dan tidak ada satu kekuatan apapun yang bisa mengalahkan Tuhan. Jeritan orang-orang teraniaya tidak pernah luput dari per hatian Tuhan. Itulah penghiburan dan kekuatan bagi setiap orang yang ditindas. Tuhan telah menjanjikan penyertaan-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub leluhur Israel dan Tuhan tidak pernah ingkar janji. Kekuasaan tirani dan kesewenangan cepat atau lambat akan berakhir. Oleh sebab itu, Tuhan mengutus Musa untuk tugas itu. Sebagai umat Tuhan kita juga ditantang untuk tugas itu, menjadi telinga yang mendengar jeritan orang yang teraniaya, sekaligus mengulurkan tangan untuk menolong mereka.

♪ GB. 278 : 2
Doa: Tuhan, jadikanlah kami alat-Mu yang peka mendengar tangisan orang teraniaya. Jadikan ka mi tangan-Mu yang terulur meringankan penderitaan mereka yang ditindas. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *