RESPEK TERHADAP KEKUDUSAN TUHAN

Keluaran 3 : 1 – 6
“Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (ay. 5)

TUHAN pembebas umat tertindas adalah Tuhan yang Kudus dan Agung. Di satu pihak kasih dan keberpihakan-Nya kepada yang ter tindas tidak diragukan. Seluruh karya Tuhan di dalam Alkitab meng gemakan pembebasan dan kasih sayang. Tetapi tidak berarti ke kudusan dan keagungan-Nya dilupakan atau diabaikan. Ternyata ada batas-batas yang tidak boleh dilanggar untuk mendekati Allah yang penuh kasih, kudus dan mulia itu. Ada wilayah terlarang yang tidak boleh dimasuki. Kasih sayang Tuhan yang tanpa batas dan tanpa syarat bukanlah tiket di tangan manusia untuk menginjak injak kekudusan Tuhan. Seringkali wilayah “semak berapi” kita masuki tanpa rasa hormat kepada Tuhan. Di dalam kegiatan bergereja dan berjemaat, manu sia dengan kaki yang kotor dan kaki berkasut menginjak-injak ke kudusan Tuhan dengan cara-cara yang tidak terpuji. Wilayah Kudus diserbu oleh manusia tanpa rasa hormat. Tempat di mana se harusnya Tuhan dihargai dan diagungkan, tempat itu direbut oleh manusia untuk memperjuangkan kepentingan diri dan popularitas. Tempat di mana seharusnya Tuhan disembah dan dihormati, berubah menjadi tempat dimana intrik dan rekayasa tumbuh men jamur. Tempat dimana seharusnya puji-pujian dan hormat di persembahkan kepada Tuhan berubah menjadi arena di mana manusia berusaha memperjuangkan kepentingannya, menyerang dan mengorbankan orang lain. Tempat di mana kata-kata sejuk dan indah diperdengarkan berubah menjadi arena di mana kekerasan didemonstrasikan dan sumpah serapah dibanggakan. Rasa hormat kepada Tuhan sudah hilang atau mulai luntur. Dalam kondisi seperti itu Firman Tuhan kepada Musa di dalam teks ini menyapa kita. “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu sebab tempat di mana engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus.” Dengan perkataan lain, jangan terlalu berani menginjak kekudusan Tuhan dengan kaki kotor atau kaki berkasut, sebab apa yang kita buat, sadar atau tidak sadar sangat riskan. Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan, dan ja ngan pernah bermimpi untuk merebut kehormatan itu.

♪ GB 16: 2
Doa: Tanamkanlah rasa hormat kepada-Mu Bapa di dalam kehidupan kami, sehing ga kami tidak menginjak-injak kekudusan-Mu dengan kaki kami yang kotor. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *