KEKURANGAN MANUSIA

Keluaran 4 : 10 – 17
“Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah” (ay.10)

Tugas dan tanggung jawab yang berat telah menanti Mu-sa sebagai abdi Allah. Akan tetapi, kemampuan yang dimiliki Musa sangat terbatas, apalagi mengingat masa lalunya yang hitam di mata Firaun, ketika ia membunuh orang Mesir dan harus melarikan diri dari Mesir. Tugas itu terlalu besar dan terlalu berat, sementara kemampuan yang dimiliki sangat ter batas, tidak pandai berbicara. Musa adalah pribadi yang pe nuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Bagaimana mung kin ia bisa mengemban tugas yang sangat berat itu? Pada umumnya, kita mempercayakan tugas dan tanggung jawab kepada orang yang kuat, besar dan bertalenta. Tetapi teks ini menunjukkan kepada kita: Karya-karya Allah yang be sar dan agung ternyata dilaksanakan oleh orang yang merasa diri tidak pantas dan tidak layak untuk pekerjaan itu. Kadang kala, orang yang mempunyai kemampuan yang besar, bertal enta, selalu sukses dan terlalu yakin dengan dirinya sendiri malahan bertindak terburu-buru, akibatnya tergelincir (Kel.32:21-24).Oleh se-bab itu alasan yang disampaikan orang -orang yang lemah dan merasa diri tidak mampu sebenarnya bukan tidak mampu, tetapi tidak mau. Orang yang tidak fasih dan tidak pandai berbicara, tetapi menyampaikan pesan dengan jujur dan tulus, pasti jauh lebih baik dari orang yang fasih dan terlalu percaya diri sehingga tidak lagi mengandalkan Tuhan, tetapi mulai mengandalkan kemampuan sendiri. Singkatnya, dengan pertolongan Tuhan, orang yang lemah dan penuh kekurangan akan mampu mela kukan hal-hal besar yang mungkin tidak pernah dibayangkan olehnya.

♪ GB. 104 : 2
Doa: (Berikanlah kepada kami kekuatan ya Bapa, sehingga dengan segala kekuran gan dan keterbatasan kami, kami bisa melayani dengan tulus dan setia. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *