Keluaran 5 : 1 – 9
“Siapakah Tuhan itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.” (ay.2)
Tuhan yang menuntut agar umatnya dibiarkan pergi adalah Tuhan yang tidak dikenal Firaun. Menurut konsep pada waktu itu, Tuhan adalah Tuhan yang menjaga dan melindungi umat nya. Tetapi umat yang terlantar, tidak berdaya dapat ditindas dan digarap untuk kepentingan Mesir adalah bukti bahwa Tu han dari umat ini adalah Tuhan yang tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan yang tidak bisa melindungi umat nya sendiri. Oleh sebab itu Firaun merasa ti-dak perlu me layani dan memenuhi tuntutan Tuhan yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Firaun lebih melihat kepentingannya sendiri daripada mendengarkan tuntutan dan kepentingan Allah orang Israel. Pembangunan harus berjalan terus, rakyat Mesir harus se jahtera dan memanfaatkan kesempatan yang ada, mumpung ada tenaga kerja gratis atau tenaga kerja yang murah. Di pi hak lain Musa dan Harun melihat kepentingan bangsanya. Bagi mereka tidak manusiawi kalau manusia diperlakukan se bagai budak, tidak dihargai hak-hak dan martabatnya sebagai manusia. Oleh sebab itu terjadilah benturan antara dua ke pentingan yang berbeda. Benturan antara Allah orang Israel dan dewa-dewi Mesir. Sejajar dengan itu terjadi benturan an tara kepentingan Firaun dan kepentingan Musa dan Harun. Sejarah berulang kembali, yang kuat selalu menang dan yang lemah serta tertindas terus tercecer dan dijadikan tum bal. Tetapi apakah benar yang kecil dan lemah akan terus ka lah dan yang tiran serta sewenang-wenang akan terus me nang? Jawabannya ialah tidak selalu demikian. Firaun tidak berurusan dengan budak-budak lemah tidak berdaya tetapi Firaun berurusan dengan Tuhan yang memihak orang-orang lemah. Tuhan tidak pernah kalah, kebenaran dan keadilan bersama Tuhan lambat atau cepat pasti menang.
♪ GB 118: 3
Doa: (Tuhan yakinkan kami bahwa kebenaran dan keadilan lambat atau cepat pasti akan menang. Jadikanlah kami umat-Mu alat kebenaran dan keadilan. Amin)