MUJIZAT SEBAGAI CARA TUHAN

Keluaran 7 : 7 – 13
Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka. (ay. 12)

Tongkat berubah menjadi ular adalah mujizat yang Tuhan la kukan melalui perantaraan Musa dan Harun dihadapan Firaun. Mujizat ini terjadi sebagai cara Tuhan membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Melalui mujizat tersebut diharapkan Firaun dapat mengakui dan menuruti apa yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya. Ternyata, Firaun masih belum mau menuruti keinginan Tuhan. Dia masih memanggil orang-orang berilmu dan para ahli sihirnya untuk melakukan hal yang sama. Tongkat para ahli sihirpun berubah menjadi ular. Sepintas kelihatan kuasa Tuhan sama dengan kuasa para orang berilmu dan para ahli sihir itu. Tetapi yang terjadi kemudian; tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka. Itu artinya kuasa Tuhan yang dimiliki Musa dan Harun lebih besar dari kuasa yang dimiliki para ahli sihir. Walaupun mujizat sudah dilakukan tetapi Firaun belum juga mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Apakah kuasa Tuhan tidak berdaya menaklukan hati Firaun? Bukan kuasa Tuhan tidak berdaya, TETAPI Tuhan mau menyatakan bahwa segala sesuatu itu ada waktunya; dan semuanya itu berada dalam kendali Tuhan yang berkuasa atas hidup ini. Jika sudah tiba waktunya Tuhan, baru Firaun sadar dan mengikuti ke mauan Tuhan untuk membebaskan umat-Nya dari Mesir. Dalam kehidupan ini, kita memerlukan mujizat Tuhan. Muji zat kita pahami sebagai cara Tuhan menyatakan kuasa-Nya untuk membebaskan orang percaya dari berbagai kondisi yang menyengsarakannya. Bukankah masih banyak saudara kita yang hidup dalam kemiskinan, penderitaan karena berbagai masalah yang membelunggu? Mujizat yang membebaskan itu dapat terjadi kapan saja seturut kehendak Tuhan. Namun demikian Tuhan juga mau supaya kita datang pada-Nya dalam doa memohon agar dipelihara oleh kuasa-Nya.

♪ GB. 245 : 2
Doa : (Mampukanlah kami mengikuti jalan-Mu sehingga kami mampu melihat dan merasakan mujizat-Mu yang menghidupkan. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *