KURBAN PERDAMAIAN

Imamat 3 : 1 – 9
Lalu ia harus meletakkan tangannya di atas kepala persembahannya itu, … (ay.2)

Persembahan kurban selanjutnya ialah kurban keselamatan (Zebah syelamim dalam bahasa Ibrani). Kata zebah berarti “apa yang disembelih”, sedangkan syelamim adalah bentuk jamak dari akar kata syalom (kesempurnaan, kesehatan, kesejahteraan, damai, kedamaian dan persetujuan antara dua pihak). Ternak yang dikurbankan berupa lembu jantan atau betina, domba jantan atau betina yang tidak bercela. Mulanya dilaksanakan di kemah pertemuan dan kemudian hari pelaksanaanya dipusatkan di Bait Allah Yerusalem. Ketika kurban (baik lembu maupun domba) mau disembelih, maka orang yang mempersembahkannya dengan meletakkan tangannya di atas kepala kurban tersebut. Maknanya ialah secara simbolis kepada binatang kurban itu ia memindahkan segala dosa-dosanya, sejak itu ia menjadi suci atau menjadi manusia baru. Tujuan kurban keselamatan itu ialah mengadakan, melanjutkan, dan menguatkan perdamaian serta hubungan baik antara Allah dan manusia. Mempersembahkan kurban keselamatan ini dilakukan dalam situasi tertentu, yaitu: a) pengucapansyukur; b) memenuhi nazar; dan c) kurban sukarela (lihat Im. 7:11-18). Jadi, lewat pelaksanaan ritus ini, maka ada proses pembaruan hidup suci bagi si penyembah. Yesus datang memenuhi kebutuhan manusia akan keselamat an. Ia mengurbankan diri demi kasih-Nya dan kehendak Bapa Nya. Dialah kurban tak bercela, sebab Dia kudus. Ia menjadi kurban keselamatan manusia dari hukuman kekal. Selayaknya setiap orang yang dipanggil-Nya, meletakkan percayanya dan hidupnya hanya kepada Dia, Sang Juruselamat. Kemudian menyatakan syukurnya dengan mempersembahkan yang terbaik kepada-Nya melalui Gereja-Nya. Gereja adalah lembaga kerohanian, dan bukan lembaga bisnis untuk cari untung. Orang beriman sah-sah saja berdoa meminta apapun yang perlu bagi dirinya, namun jangan sekali-sekali berbuat semaunya demi cari untung di dalam gereja, sehingga me-nimbulkan ketidakdamaian.

♪ KJ. 31a : 3,4,5
Doa : (Tuhan Yesus, tolong teguhkan kami, agar kehadiran sebagai warga jemaat dan pelayan di dalam persekutuan jemaat menjadi pembawa damai seperti Engkau. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *