ALLAH BERKENAN MEMAKAI SETIAP HAMBA-NYA YANG RENDAH HATI

1 Korintus 4 : 6 – 13
“Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. (ay. 6b)

Memiliki sikap hidup yang rendah hati bukanlah hal yang mudah, ter masuk dalam kalangan pelayan Tuhan sekalipun. Mengapa demikian? Karena syarat untuk rendah hati, seseorang tidak mengutamakan dirinya tetapi orang lain, mau mendengar pendapat orang lain, mau mengakui kemampuan orang lain, mau membuang kesombongan dan sebagainya. Hal tersebut di atas, banyak bertentangan dengan keinginan kita, yang minta dinomor-satukan, didengar, dipuji dan sebagainya. Kegagalan memiliki sikap hidup rendah hati, biasanya akan menimbulkan konflik antar sesama dan juga kelompok bahkan di antara para pelayan sekalipun. Jika ada sebuah konflik yang terjadi dan penyelesaiannya tidak berdasarkan sikap kerendahhatian akan sulit diselesaikan karena semua merasa dirinya yang paling benar. Rasul Paulus melalui suratnya kepada Jemaat di Korintus meng ajarkan kepada kita perlunya memiliki sikap rendah hati. Paulus mengenal jemaat ini karena dia pernah tinggal dan melayani di Korintus. Konflik yang terjadi di Jemaat Korintus salah satunya disebabkan adanya sikap kesombongan dan pementingan diri sendiri dan kelompok. Paulus tidak mau dibandingkan dengan Apolos atau siapapun, khususnya tentang siapa di antara mereka yang paling besar. Bahkan ketika Jemaat tidak menghargai Paulus sebagai Rasul yang pernah melayani mereka, dia pun tidak mempermasalahkan. Dalam ayat 9 bahkan Paulus mengatakan bahwa ketika dia dipilih menjadi Rasul, “Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama dengan orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia”. Intinya bahwa seorang pelayan tidak mencari pujian dalam pelayanan sehingga dipuji manusia. Seorang pelayan harus siap direndahkan sekalipun dia sudah sungguh-sungguh melayani. Bagi Paulus pujian itu datang dari Allah dan bukan dari manusia. Karena kerendahhatian itulah maka Paulus diberkati dalam pelayanannya oleh Tuhan. Melalui sikap kerendah hatian, Paulus ingin memberi contoh kepada Jemaat di Korintus saat pentingnya sikap rendah hati sebagai pelayan. Sebagai pelayan Tuhan, sikap rendah hati akan menjadikan kita pelayan yang berkenan kepada Allah dan pelayan yang menjadi berkat bagi sesama.

♪ GB. 289 : 3
Doa: (Tolong ajar kami, ya TUHAN, untuk mau hidup damai dengan Allah Bapa, diri sendiri, dan sesama. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *