1 Korintus 7 : 5 – 7
… supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. (ay. 5)
Keutuhan hidup perkawinan menjadi kerinduan pasangan suami isteri. Paulus dalam nasihatnya menuntun pasangan suami-isteri di Korintus untuk terus saling memelihara dan membina hubungan yang intim. Agaknya, nasihat ini disampaikan untuk menyikapi kebiasaan yang lagi ngetrend oleh pasangan-pasangan suami isteri di Korintus, yakni hidup saling terpisah atau menjauh (ay.5). Tentu akibat gaya hidup seperti itu ada yang dirugikan karena itu, nasihat: “Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama sama…”, secara halus hendak mengatakan supaya sebagai suami isteri, mereka harus kembali dan tidak menolak untuk berhubungan intim (bersetubuh). Itu kewajiban. Undang-undang Perkawinan RI tahun 1974 pun mencantumkan sederet kewajiban suami-isteri, dengan demikian, suami-isteri harus memenuhi kewajiban masing-masing, yang merupakan ke patuhan hukum. Secara khusus, kewajiban memenuhi hubungan intim yang dimaksud bukan berdasarkan tuntutan hukum melainkan lebih kepada panggilan batin suami kepada isterinya, demikian pula sebaliknya. Adalah berbahaya apabila suami-isteri hidup terpisah. Manusia umumnya lemah, tidak kuat menahan nafsu (“tidak tahan bertarak”) sehingga belum tentu ia sanggup terus-menerus mengendalikan diri. Pada situasi seperti itulah iblis dengan mudahnya menggoda. Dapat dimaklumi apabila sesekali suami-isteri juga perlu waktu berpisah atau menjauh. Berapa lama waktu menjauhnya, tidak ditentukan tetapi tidak boleh lama. Paulus memaklumi dan mem beri kelonggaran sehingga mengizinkan terjadinya berpisah untuk sementara waktu. Akan tetapi, penekanannya adalah supaya waktu berpisah itu menjadi masa yang berharga, yakni kesempatan untuk berdoa. Sedia berdoa berarti rela untuk tidak mengikuti kehendaknya sendiri. Berpisah untuk sementara waktu merupakan kesempatan demi memberi muatan spiritual baru dan penyegaran bagi seorang suami/isteri dalam memenuhi kewajibannya sehingga ketika kembali pada pasangannya, suami-isteri itu bersama-sama dapat membangun kualitas keintiman rumah tangga.
♪ KJ.452 : 4,5,6
Doa : (Ya Roh Kudus, tolonglah kami menghormati pasangan hidup dengan memberi rasa cinta yang tulus. Amin )