MENDENGAR

Yakobus 1 : 19 – 21
setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (ay.19)

Perikop ini menolong kita jangan sampai berbicara salah. Dalam soal marah misalnya, memang akan malu banget dan menyesal apabila seseorang sudah marah kesana kemari, ngga tahunya “salah alamat.” Biasanya, marah “salah alamat” terjadi karena seseorang keburu-buru marah. Malah biasanya, dalam amarahnya itu keluar berbagai perkataan yang tidak menyenangkan, tuduhan yang berlebihan, umpatan, dan penilaian-penilaian yang sangat tendensius. Itulah sebabnya, bukan hanya dalam soal marah, dalam berkomunikasipun, penulis Yakobus nasihatkan untuk lebih sedia mendengar dengan baik. Hal mendengar merupakan wujud kerendahan hati serta ungkapan sikap seseorang dalam menerima dan menghargai kehadiran sesamanya. Mendengar dengan baik adalah mendengar total, yakni bukan hanya mendengar suara sesamanya, tetapi juga “mendengar” sikap tubuh dan “mendengar” gerak mata”. Lalu di pihak lain, seseorang akan berbahagia apabila ia merasa kehadirannya diterima serta pandangannya diengar baik. Pengkhotbah merasa tidak nyaman kalau diantara pendengarnya bertingkah seakan tidak mau mendengarnya, misalnya sibuk dengan handphonenya. Kepada kekasihnya, seseorang akan marah bila merasa penyampainnya tidak direspon. Anak kecil pun bisa kecewa dan mungkin tidak akan tumbuh keberanian berbicara apabila merasa dirinya diabaikan. Akhirnya kita sadari, konflik atau ketegangan relasi mudah muncul ketika kita memiliki perbedaan namun tidak ada kesediaan untuk mendengar satu sama lain. Sering kali kita sulit rendah hati dalam berkomunikasi sebab kecenderungan kuasa atau merasa lebih pada diri sendiri menempatkan kita untuk lebih dahulu didengar, dan akhirnya cepat marah, terkesan angkuh dan cerewet. Masalah berkomunikasi adalah ketika kita hanya bisa mendengar apa yang ingin kita dengar. Akan tetapi, bila seseorang mulai membina diri dengan lebih cepat mau mendengar, ia tengah membentuk dirinya bijaksana.

♪ KJ. 402: 3
Doa : (Ya Roh Kudus, tolonglah agar hamba-Mu mampu mengendalikan diri untuk sabar mendengar, agar semua sikap kami akhirnya benar dan berkenan kepada-Mu. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *