KETIDAKJUJURAN MEMBAWA KETIDAK TERATURAN

Amos 3 : 9 – 11
“Mereka tidak tahu berbuat jujur,” demikianlah firman TUHAN, “mereka itu yang menimbun kekerasan dan aniaya di dalam purinya.” (ay.10)

Manusia sering melupakan jasa sesamanya. Apalagi bila ia tidak ada, entah kemana. Begitu pula sang anak terhadap ayah atau ibunya. Permintaan ayah atau ibu sering tidak dilaksanakan dengan berbagai alasan. Itulah manusia yang sering lupa terhadap jasa orang-orang sekitarnya. Apalagi Tuhan yang tidak kelihatan! Contoh ini merupakan gambaran dari umat Allah. Nabi Amos menceritakan keadaan umat yang melupakan pimpinan Tuhan. Tuhan telah membebaskan mereka dari serangan bangsa Amori, bangsa yang perkasa bagai pohon aras dan tarbantin. Bangsa itu diratakan dengan tanah. Umat sudah lupa sejarah pembebasan dari Mesir yang dipimpin oleh Musa. 40 tahun di padang gurun, siapa yang mempimpin dan menuntun umat? Allah-lah yang menuntun mereka siang dan malam. Siapa yang memberikan pertumbuhan untuk anak anak mereka? Tuhan-lah yang membuat mereka menjadi nabi dan nazir. Namun, dalam perjalanan umat, mereka melarang para nazir dan nabi untuk bernubuat. Karena akan membuka aib dan dosa mereka, maka hukuman Tuhan yang menjadi pendidikan atas umat agar mereka mengerti dan mengetahui cara menghargai karya keselamatan dari Tuhan. Pada hari ini, kita diingatkan agar kita jujur dan menghargai karya Tuhan yang diberikan dalam berbagai bentuk. Nafas hidup adalah salah satu bentuk pemberian Tuhan. Matahari yang memberikan vitamin K adalah ciptaan Tuhan. Akal budi dan Roh Kudus untuk berkarya juga pemberian Tuhan. Lalu, bukankah Yesus rela mati dan bangkit untuk menebus hidup kita? Sederet kasih dan karya Allah dalam hidup dan keluarga kita menjadi saksi hidup.

♪ GB. 62 : 4,5
Doa : (Tuhan, ajarkan kami untuk menghargai setiap berkat Tuhan. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *