PEREMPUAN YANG MENYESATKAN SUAMI

Amos 4 : 1 – 3 
hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, (ay. 1)

Alkitab menonjolkan peranan perempuan dalam pelayanan. Sebuat saja Miryam dan Ester atau Maria dan Priskila. Banyak lagi yang menjadi diaken gereja perdana. Didalam gereja perempuan berperanan sebagai pendeta, penatua, diaken dan guru. Mereka melayani dengan penuh kasih sayang sesuai kodrat mereka. Tetapi dalam bacaan kita para perempuan dikritik keras. Mereka digelar “lembu dari Basyan”. Basyan adalah daerah peternakan yang subur. Lembu disana tambun dan menggiurkan. Amos memakai gelar ini untuk “nyonya nyonya besar” yang membuat suami mereka menjadi pencoleng dan koruptor. Tujuannya adalah materi demi penampilan mereka. Terhadap mereka ini, Tuhan telah bersumpah untuk menjatuhkan hukuman. Ada yang diangkat dengan kait dan yang lainnya dengan kail ikan entah kemana mereka dicampakkan. Mereka akan dikeluarkan dari belahan tembok dan akan diseret ke gunung Hermon. Itulah nasib nyonya-nyonya besar di Samaria.   Nabi Amos menggambarkan keadaan buruk masyarakat yang penuh ketidakadilan. Mereka yang kaya menindas yang miskin. Celakanya gara-gara istri pejabat negara dengan selera kecantikan dan kemewahan. Kaum perempuan adalah sosok yang kita junjung. Tidak hanya mereka melahirkan kita dari rahimnya (rahim artinya kasih) tetapi juga pendidik yang handal dalam keluarga. Di dalam pelayanan gereja dan masyarakat mereka adalah penolong atau penyelamat yang penuh kasih dan kelembutan.

♪ GB. 345 : 3
Doa : (Tuhan ajarlah kami untuk lebih menghargai dan menghormati sesama serta menyebarkan damai-Mu kepada orang-orang di sekitar kami.Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *