IBADAH YANG MUNAFIK

Amos 4 : 4 – 5
“Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat!. (ay.4a)

Di dalam hidup beragama sering terjadi, apa yang kita pelajari dari Kitab Suci tidak kita terapkan. Bukan karena hal itu sulit, tetapi kita tidak berusaha menerapkannya. Ibadah ibadah kita semarak dan riuh rendah tetapi perbuatan kita jauh dari apa yang dikehendaki Tuhan. Kita beribadah secara rutin tetapi hal tersebut tidak nampak di dalam perilaku kita di tengah masyarakat. Itulah yang disaksikan oleh Nabi Amos. Keadaan dan perilaku umat Israel, terutama para pemimpin melaksana-kan upacara agama dengan khusuk tetapi perbuatan dan perilaku mereka sehari-hari tidak sesuai. Mereka pergi ke Bethel dan Gilgal, dua tempat ibadah di Israel utara. Ke sana mereka membawa korban sembe-lihan pagi dan petang. Juga membawa persepuluhan sebagai persembahan.Bahkan membawa korban syukur dari roti yang beragai yang dilanjutkan dengan perjamuan bersama. Umat memang kelihatan saleh dan begitu mengasihi Allah dengan tata ibadah yang indah dan semarak. Tetapi semuanya ini tidak dipraktekkan di dalam hidup bermasyarakat. Tidak ada keadilan, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya semakin kaya. Penderitaan merejalela di kaum jelata sementara kaum ningrat semakin menikmati kekayaan dan kedudukan-nya. Kita diingatkan agar ibadah kita dipraktekkan di dalam masyarakat dengan melakukan keadilan, kebenaran dan cinta kasih. Jangan terjadi pemerasan dan penindasan terjadi di dalam masyarakat.

♪ GB. 68 : 2
Doa : (Tuhan ajarlah kami beribadah dengan benar. Tuntun kami agar perkataan dan tindakan kami sesuai kehendak-Mu. Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *